Vietnam – Nha Trang

Mengeliling Kota Nha Trang yang ternyata besar dan  menyusuri pantainya yang terkenal

Pantai Nha Trang

Pantai Nha Trang

Setelah perjalanan malam yang panjang dari Hoi An menuju Nha Trang, akhirnya kami sampai di kota Nha Trang sekitar pukul 7 pagi. Memasuki Nha Trang, pemandangannya pantai mulai terlihat, bis kami menyusuri tebing dan disebelah kiri bis menyajikan pemandangan lautan luas dan pantai serta disebelah kanan adalah tebing batu, yang tampaknya untuk membangun jalan tersebut harus “memangkas” bebatuan di tebing tersebut. Sebelum menginjakan kaki di  kota Nha Trang, saya berpikir kalau kota ini hanya kota kecil, ternyata…sungguh besar.😀 hotel-hotel berbintang pun sudah hadir di kota ini, sebut saja Novotel, Nha Trang Lodge Hotel yang minimal berbintang 4. Dari kejauhan, terlihat beberapa konstruksi untuk hotel sudah berjalan dan seakan saling berlomba siapa yang paling tinggi.

Hotel-hotel berkelas tersebut menghadap ke arah pantai dan terletak di jalan Tran Phu, jalan yang memisahkan antara hotel dan hamparan pasir pantai Nha Trang yang terkenal. Seperti di Miami saja *berasa sudah ke Miami, padahal belum😀 .

Sesampainya di di tempat pemberhentian bis SinhCafe, kami segera menuju ke hostel Son & Daughter yang terletak di jalan Nguyen Thien Thuat yang hanya membutuhkan jarak 5 menit menuju pantai. Ihiy!!! Sooo happy😀

Pantai Nha Trang

Pantai Nha Trang

Pantai Nha Trang di siang hari itu tampaknya tidak terlalu ramai oleh para turis-turis yang berjemur langsung di bawah sinar matahari, malah cenderung sepi bila dibandingkan dengan pantai Kuta, Bali yang sungguh ramainya tiada tara. Kebanyakan turis tersebut berjemur di bawah payung-payung yang tampaknya disewakan. Suasana siang hari itu sungguh terik dengan ombak di pantai Nha Trang ini agak cukup besar. Apabila kita melihat kearah pantai, akan terlihat tulisan Vin Pearl di salah satu pulau di seberang kota Nha Tang. Vin Pearl tersebut adalah wahana bermain ala Dufan. Untuk mencapainya dapat melalui dua alternatif, dengan perahu atau kereta gantung. Yang menarik sey naik kereta gantung yah, karena melewati lautan🙂 fyi, biaya nya sekitar VND 500,000 untuk mencapai kesana dan sudah termasuk tiket masuk wahana Vin Pearl. Namun, kami  enggan untuk kesana, mahallll😀 . Sementara, pantai di Nha Trang sendiri menurut saya kurang landai dan agak sedikit curam untuk mencapai ke bibir pantainya. Namun namanya pantai berpasir putih, bagi saya tetap lah indah😀 . Siang hari itu, kami memutuskan untuk berkeliling kota saja terlebih dahulu, kemudian kami berencana untuk berjemur di sore hari ketika matahari tidak terlalu terik. Namun, ketika sorenya kami kembali kesana sekitar jam 3.30 sore, matahari sore sudah mulai hilang tertutup awan sore dan menyisakan angin dingin tanpa matahari….arrrgh. kami hanya sempat berjemur 15 menit saja dan itu terakhir kali kami menginjakan kaki di pantai Nha Trang😦 Tampaknya pantai ini, lebih hidup menjelang sore, ketika mulai banyak turis berjemur di bawah tidak ada matahari itu dan penduduk lokal yang bermain bola. Disarankan, bila ingin berjemur di sore hari, coba mulailah dari pukul 2 sore yah🙂

Menariknya dari pantai ini, sebelum ke jalan raya yang memisahkan antara pantai dan jalan raya, kita dapat menemukan taman yang sungguh cukup terawat dan bersih sepanjang pantai Nha Trang, apabila malas berjemur di pantai, bisa sambil duduk-duduk sambil membaca buku di taman ini. Ah beraandai-andai coba Indonesia bisa seperti ini😀

Nha Trang, si kota modern

Nha Trang, si kota modern

Seperti yang sudah bilang di atas, ternyata Nha Trang adalah kota besar, namun kota ini lebih teratur dan rapi dibanding kota Hoi An dan mempunyai cukup angin yang besar yang siap meniup badan kecil saya ini L dan tidak hanya itu saja, kelembabannya cukup rendah sehingga udara terasa kering dan berdebu. Oh ya, dibandingkan dengan Hoi An, kota ini agak cukup sepi dibandingkan Hoi An, entah karena sedang low season atau tidak, namun terasa sekali kalau tidak banyak turis asing beredar di jalan-jalan Nha Trang maupun di kawasan penginapan tempat kami menginap tidak seperti di Hoi An.

Nha Trang Cathedral

Sasa di Nha Trang Cathedral

Sasa di Nha Trang Cathedral

Kota Nha Trang dari Cathedral

Kota Nha Trang dari Cathedral

Pemberhentian pertama kami menjelajah kota ini *dan tampaknya hanya pemberhentian pertama dan terakhir di hari itu😀 adalah sebuah gereja yang disebut Nha Trang Cathedral. Gereja ini dapat di tempuh sekitar 20-30 menit berjalan dari tepi pantai.  Gereja ini dibangun di tahuan 1928 dan berdiri di atas sebuah bukit di tengah-tengah kota Nha Trang. Dari atas bukit, kita dapat melihat sekilas pemandangan kota ini dan dari jauhnampak bila gereja ini sungguh besar. Cukup lama waktu yang kami habiskan di gereja ini, selain menikmati hamparan perumahan di kota Nha Trang dan hotel-hotel baru yang mulai dibangun yang mendekati pantai, kami juga menikmati arsitektur nya baik di dalam maupun di luar gereja. Gedung ini, dibangun cukup sederhana dengan menggunakan batu bata berwarna kehitaman dan semen, tidak terlihat kalau sudah tua, tampak seperti bangunan baru saja.

Di hari kedua, kami memutuskan untuk menyewa motor untuk berkeliling kota Nha Trang sehingga dapat pergi ke tempat yang agak cukup jauh seperti Po Nagar Cham Towers, Long Son Pagoda dan berkeliling kota. Penyewaan motor dapat menghubungi pihak hostel maupun menyewa dipinggir jalan yang banyak terdapat di sekitar  Nguyen Thien Thuat, seharga VND 60,000 untuk manual dan VND 120,000 untuk automatic.

Po Nagar Cham Towers

Pho Nagar Cham Towers

Pho Nagar Cham Towers

Nha Trang dari Po Nagar Cham Towers

Nha Trang dari Po Nagar Cham Towers

Po Nagar Cham Towers menurut sejarah di bangun semenjak antara abad 7 dan 12. Sampai saat ini tempat ini digunakan untuk tempat bersembahyang umat Buddha. Bangunan ini juga dibangun dari batu bata merah seperti My Son, namun yang membedakannya adalah tempat ini masih utuh dan terpelihara dengan bagus sekali. Tiket ketempat ini seharga VND 12,000. Tempat ini terletak di atas bukit yang tinggi, sehingga pemandangan kota Nha Trang dari kejauhan semakin terlihat di banding apabila kita melihat dari Nta Trang Cathedral.

Tertipu di Long Son Pagoda

Long Son Pagoda

Long Son Pagoda

Untuk mencapai tempat ini agak sedikit sulit, karena tidak jelas petunjuk tempatnya, tidak seperti Po Nagar Cham Towers. Sesampainya disana, jangan menganggap dengan mengunjungi  tempat bersembahyang umat Buddha maka semua akan baik-baik saja, ternyata disana banyak tukang tipu!! Arrgh kesal memang, menyesal karena tidak membaca Lonely Planet sebelum ketempat ini, karena disana dijelaskan ternyata banyak penipu dan tips untuk menghindari. Penipuan mulai terasa ketika kami memarkir motor di depan pagar, dengan enaknya mereka (wanita-wanita berpakaian seragam kemeja kuning) meminta uang parkir VND 10,000, coba bandingkan dengan Po Nagar Cham Towers yang hanya VND 2,000. Kemudian ketika sudah memarkir kendaraan, 2 sampai dengan 3 orang cewek2 dengan baju kuning mengikuti langkah kami dan bersikap “pura2” ramah dengan bertanya:

Cewek baju kuning : where are you come from?

Kami : muka acuh tak acuh, karena berpikir..hadoooh males dey diikutin, mereka dengan sigap berkata

Cewek baju kuning : we’re not a tour guide, we’re students in here”

Kami : kami langsung bersikap agak ramah, namun belakangnya pahit bener

Cewek baju kuning : “don’t worry, you can enter the site for free, but you should give a donation for us by buying a postcard from us”

Kami :langsung mikir, siaullll!! Ney beneran ga seyy?

Akhirnya terjadi tawar menawar harga kartu pos yang terdiri dari 10 biji dengan harga penawaran dari mereka VND 100,000 (WTF??), akhirnya kami bilang, mau mengasih VND 50,000 dan langsung diiyakan.  Sampai di tempat kuil, dia bilang dengan enak “ok, now you can visit the Buddha”. Huaaaa..masih ga rela, langsung baca Lonely Planet dan oke dey sodara-sodara kami di tipu!!!! Harusnya ga bayar…huhuhuh.

Tips nya: ketika masuk ke dalam gerbang, masuk saja terus dan di sebelah kanan akan ada tempat parkir khusus motor dan sepertinya tidak bayar *kalaupun bayar tidak mungkin seharga VND 10,000 yahhh. Terus kalau ketemu dengan cewek-cewek berbaju kuning, bilang aja kalau kita tahu untuk mengunjungi tempat ini tidak di pungut bayaran! Yah, pokoknya jangan tertipu dari penampilan dan omongan mereka dan yang paling penting, mereka bukan murid di pagoda tersebut! Tapi herannya, ada petugas resmi yang sepertinya membiarkan mereka merajalela untuk meminta uang. Aneh….

Ok, Long Son Pagoda merupakan kuil untuk umat Buddha bersembahyang dan mencari ilmu (kami melihat ibu-ibu berbaju abu-abu yang sedang mendengarkan ceramah dari biksu – nah yang ini beneran mencari ilmu kepada biksu). Terdapat kuil yang didalamnya kita dapat melihat patung Buddha dan apabila kita naik ke atas bukit dengan menyusuri anak tangga, terdapatlah patung Budhha Putih.  Sekali lagi, kita bisa melihat pemandangan kota Nha Trang.

Setelah puas berkeliling ke kota Nha Trang, waktunya kami kembali ke kota Ho Chi Minh dengan menggunakan bis di pagi hari. Transportasi ini saya pilih karena katanya pemandangan antar kota di Vietnam sungguh indah dan ternyata memang pemandangan antara kota Nha Trang dan Mui Ne, untuk sampai ke kota HCH sungguh indah. Well, I tell you in the next story of HCH😀

Food

Makanan di sekitar daerah hostel belum tentu murah lho.. di sepanjang jalan Nguyen Thien Thuat banyak restoran, namun sayangnya untuk ukuran Indonesia agak cukup mahal, apalagi kalau kita backpakers, sekali makan bisa habis IDR 30,000 huhuhuh. Jadi cukup pintar-pintar lah berkeliling kota untuk mencari makan murah. Di dekat-dekat situ ada juga yang cukup murah, biasanya mereka memajang menu serta harganya di depan pintu, jadi kita cukup nyaman untuk melihat harganya terlebih dahulu. Satu yang sangat berkesan ketika makan yaitu, membeli steam seafood!!! Jadi seafood nya di masak di suatu tempat seperti panci dan dimasak di meja kita makan. Huaaaa, itu rasanya enak buangettt!! Udangnya beda lho sama udang di Indonesia, rasanya tentunya.  Banyak di temukan agak menjauh di tempat dari Nguyen Thien Thuat, dan sepertinya merupakan favorite orang localm karena sangat penuh. U should try that one!

Where to stay?

Di sepanjang jalan Nguyen Thien Thuat banyak terdapat hostel maupun hotel kelas 3 atau 4. Jalan tersebut juga terkenal dengan daerah backpakers sehingga mudah untuk menemukan makanan di sepanjang jalan tersebut. Jalan ke pantai pun relatif sangat dekat, hanya cukup 5 menit saja, sudah sampai pantai J

How to get there?

Saya dan Sasa berangkat dari kota Hoi An menuju Nha Trang dengan menggunakan bis malam selama 12 jam. Apabila naik bis dari HCH ke Nha Trang membutuhkan waktu sekitar 8 – 10 jam, tergantung kemacetan ketika masuk ke kota HCH. Disarankan untuk naik bis pagi, karena pemandangan dari kota Mui Ne ke Nha Trang sungguh indah.

Baca juga edisi petualangan saya di Vietnam di:

Hoi An atau Ho Chi Minh City atau tips Things you should know before you visit Vietnam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: