Menjadi orang Jepang dalam hitungan 1 menit

Saya sangat suka sekali gaya orang Jepang apabila traveling, walaupun mereka sebagai turis backpaking namun mereka masih modis terutama rela menggantungkan kamera DSLR super canggih dengan wide lens nya itu (dan memang tujuannya untuk foto, bukan agar terlihat gaya seperti trend ABG2 gaul saat ini yang rela menggantung kamera DSLR hanya demi gaya). Makanya kalau saya traveling di luar Indonesia, saya pengin sekali dikira sebagai orang Jepang, walaupun tanpa DSLR menggantung di leher😀 Namun apa daya, kebanyakan saya dikira orang Malaysia -___- sedih. Mungkin karena Malaysia lebih terkenal di banding Indonesia? ntah juga ya. Namun pernah juga  saya dan teman-teman dikira orang Filipina😦 Agak wajar memang ketika antara Malaysia, Filipina dan Indonesia orang sering tertukar-tukar, karena kemiripan muka.

Nah, perjalanan terakhir saya di Vietnam ternyata membuat mimpi saya menjadi kenyataan!! di kira orang Jepang hahaha, bahagia ga penting hihihi.

Awal mulanya dikira orang Jepang ketika ikut tur ke My Son di Hoi An. Ketika sang supir bertanya kami dari mana, dia langsung berasumsi dari Jepang. Ketika kami bilang dari Indonesia, dia kaget, katanya karena kami mirip orang Jepang (hihihihi, ge er). Namun mungkin sipit matanya Sasa, sang teman berjalan-jalan selama di Vietnam, ada pengaruhnya. Tapi tidak apa-apa, akhirnya di kira orang Jepang😀

Setelah dari Hoi An, kami pun dengan suksesnya di sangka sebagai orang Jepang ketika kami makan di suatu restoran di Nha Trang. Sang pemilik restoran agak kaget ketika kami bilang bahwa kami berasal dari Indonesia. Alasannya sederhana, karena katanya orang Indonesia jarang yang ke Nha Trang *langsung terdiam (mungkin maksudnya mampir ke restorannya kali yah)🙂

Jadi berpikir,  apakah orang Indonesia masih belum di kenal sebagai  bangsa yang menyukai traveling di luar Indonesia yah? Namun saya optimis, dengan penghapusan pajak fiskal keluar negeri baru-baru ini serta tiket murah dari sang perusahaan penerbangan milik Malaysia, akan mendorong wisatawan lokal untuk berlibur ke mancanegara (tanpa mengurangi niat wisatawan lokal yang bepergian ke daerah-daerah di Indonesia tentunya).

Oh ya, cerita di atas pasti tidak akan berlaku kalau kita bepergian ke Singapura, negara yang dipenuhi dengan WNI🙂

Sasa & Shanti

Sasa & Shanti

Comments
3 Responses to “Menjadi orang Jepang dalam hitungan 1 menit”
  1. AstRiDhO says:

    Iya bangettt… Orang Indonesia tidak terkenal sebagai traveler, tapi tukang belanja! hehehehe…. Di Singapore pun terkenalnya gitu kannn. Tapi lo bener, sejak fiskal dihapuskan (baru awal tahun ini kan? kalo dengan NPWP udah agak lama), international departure & arrival di CGK ruameeee banget. Dan mulai banyak adek2 kita yang hilir mudik, alias masih muda udah bisa ngumpulin duit sendiri buat jalan. Moga2 ntar tambah rame yaaa… Jadi orang2 ngga pada shock lagi kalo denger Indonesia😉

    • hihi, iya Trid..ga semua Indo sbg traveler. btw, kmrn gwe di Gili Trawangan or Meno, suka dikira China huhwauhhauhawu….mgkn krn turis lokal klo kesana jarang bgt yg stay, jadi cuma one trip to the island then go back again to senggigi or Mataram.

  2. MOONZQ says:

    iya bo lo ky org jepang abis berjemur..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: