Thailand – Kereta Malam menuju Chiang Mai

Perjalanan ke kota ketiga geng Thailand yang terdiri dari Shanti, Dina, Sasa, Liya, Eka, Lenita dan Iman. Perjalanan di mulai dari kota Bangkok naik kereta api selama 16 jam saja!! Di tiketnya sey ditulis berangkat jam 8 malam, sampai jam 8 pagi keesokan harinya, tapi tampaknya harus telat sampai 4 jam.

Yang menarik dari perjalanan ini sebenarnya adalah: keretanya!!!!

Yup, kereta menuju Chiang Mai dari Bangkok itu sungguh menarik🙂 Ternyata ini adalah kereta sleepers atau kereta yang kalau malam hari, tempat duduknya dapat berubah menjadi tempat tidur. Belum pernah khan menemukan hal seperti ini di Indonesia? Saya betul-betul salut dengan pemerintah Thailand yang betul-betul memperhatikan sektor pariwisatanya, sampai mereka invest untuk hal-hal yang dapat membuat turis sangat nyaman, salah satunya moda transportasinya ini.

Malam itu kereta berangkat tepat jam 8 malam. Wah, betul-betul tepat waktu lho. Di awalnya, kami menerka-nerka, dimana yah tempat tidurnya? Kalau melihat ke atas tempat duduk yang kami duduki, kok ada bentuk kapsul? Ehm…apakah itu? Tapi bagaimana cara kerjanya?? Hahaha, betul-betul norak😀

Di bawah kapsul-kapsul tersebut, terdapat dua tempat duduk yang saling berhadapan. Tidak seperti di Indonesia, satu baris tempat duduk untuk dua orang, kalau yang ini hanya cukup untuk satu orang. Kemudian, tidak seperti kereta di Indonesia, barang-barang biasanya di taruh di atas tempat duduk, kalau ini, barang-barang di taruh di sebelah tempat duduk.

Kapsul-kapsul berada di atas kanan dan kiri (Sasa,Liya,Lenita)

Kapsul-kapsul berada di atas kanan dan kiri (Sasa,Liya,Lenita)

Daripada kami sibuk menerka-nerka bagaimana si kapsul bisa jadi tempat tidur, selama satu jam kami habiskan dengan bermain Uno saja dan tepat jam 9 malam, sang penjaga gerbong (setiap gerbong itu mendedikasikan dua orang petugas lho, satu untuk kebersihan satu untuk penjaga sekaligus seperti pelayan untuk segala kebutuhan penumpang dalam gerbong) mulai membuka kapsul-kapsul di atas kepala kami.

Ternyata memang benar, ketika kapsul itu dibuka…jreng jreng!! Mejadi tempat tidur. Dan mulailah sang penjaga gerbong memasang seprei dan melengkapinya dengan selimut dan sarung bantal! Voila!! jadilah tempat tidur yang cukup nyaman untuk masing-masing penumpang. Dan jangan kuatir kalau itu sprei bekas pakai orang atau tidak, karena sprei itu betul-betul baru keluar dari laundry! Jadi bersih sebersih-bersihnya.

Saking noraknya ney yah…kita pun tidak sabar untuk loncat ke atas tempat tidur. Oh iya, kursi di bawahnya juga di jadikan tempat tidur. Jadi kursi yang saling berhadap-hadapan itu bisa dijadikan satu tempat tidur. Cihuy! Kami pun siap di atas tempat tidur….dan gorden pun mulai dibentangkan untuk menjaga privasi kami😀 Kalau mendapat tempat tidur di atas, lumayan pas dengan badan kita, tapi tempat tidur di bawah, tampaknya lebih lebar di banding di atas. Dan malam itu pun saya memilih tempat tidur di atas😀. Bagi yang belum tidur, beberapa dari kami sibuk membaca buku atau sekedar bermain sudoku, yang lain sibuk mengobrol hohoho. Malam pun semakin larut, tapi nampaknya lampu terang di gerbong tidak akan di redupkan,mungkin untuk alasan keamanan barang-barang sehingga tidak dimatikan. Namun, dengan menutup gorden yang lumayan tebal dapat menghalangi terangnya lampu. Semakin malam, semakin sedikit orang yang berlalu lalang, kecuali seorang turis dan beberapa wanita yang cekikikan riang sambil membawa botol bir dan sepertinya siap begadang di restauran kereta.

Dina di dalam kapsul tempat tidur

Dina di dalam kapsul tempat tidur

Pagi pun menyongsong, perjalan malam pun tidak terasa capai karena seperti tidur di tempat tidur saja. Segeralah kami satu persatu ke toilet yang ternyata cukup mengakomodir keperluan para pelancong ini. Dimulai dari pilihan toilet: toilet bergaya western atau mau yang bergaya Asia? Heheheeh, memang urusan toilet bagi sebagian bangsa akan menjadi masalah bila bentuknya saja berbeda😀 Kedua, disediakan juga 2 wastafel yang lebar dan siap digunakan untuk sekedar cuci muka dan sikat gigi. Namun jangan berharap ada pancuran air untuk mandi yah?😀

Tepatnya jam 7 pagi, sang penjaga mulai lah dengan rutinitasnya, mulai menutup sang kapsul dan menggulung sprei dan mengumpulkan bantal dan selimut. Tepat jam 12 siang, sampailah kami di kota Chiang Mai.

It was a very nice trip with a very nice train😀

Comments
3 Responses to “Thailand – Kereta Malam menuju Chiang Mai”
  1. AstRiDhO says:

    Gue juga pernah naik sleepers dari Paris ke Venice. Waktu gue tunjukkin foto dan crita dengan penuh sukacita *pengalaman pertama naik sleepers soalnya* ke Bokap, dengan lempengnya Beliau komentar : ah, dulu juga Bapak sering naik kereta Bima ke Solo…

    Deym.. Dulu kita pernah punya, kenapa sekarang nggak ada lagiii?😦

  2. Ehmard says:

    hooooh Indonesia pernah punya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: